Perjalanan Mata Angin

ImageImage

Perjalanan Mata Angin…perjalanan menembus batas yang hadir dikarenakan kegalauan diundurnya perjalanan menuju kaki langit ( Menuju Puncak Gunung Gede ) dikarenakan terbatasnya qouta yang ditetapkan oleh pengelola Taman nasional Gunung Gede pangrango.

Berawal dari kegalauan akan rindu akan belaian pesona suryakencana dan Puncak gede, akhirnya gwpun musti berpikir mau kemana perjalanan kali ini…? maklum Ijin dari sang istri tercinta sudah di tangan untuk melakukan perjalanan selama 2 hari 2 malam. ..hehhehehe,  dan gwpun sounding kepada sahabat-sahabat yang tergabung di grup WA Indonesian Motorist dan ternyata para sahabatpun berhalangan…yah sepertinya memang ditakdirkan untuk solo riding nih.. 😀

Jum’at 6 Sept 2013, selepas rutinitas bekerja , pukul 6 sore gwpun menelpon dokter Lay yang menangani piona untuk mengajak sang kuda besi tercinta untuk melakukan perjalanan ini dan ternyata….waaaaaa, dan ternyata belum sembuh penyakitnya dan musti puter otak kembali, waahh, jalan – jalan pake motor apa yaa…??? di pojokan kantor terlihatlah miozawa ( panggilan sayang Mio ) yang sedang sakit juga dikarenakan kecelakaan yang terjadi 2 minggu lalu ( Segitiga bengkok, rem belakang blong ), ….mmmm, sepertinya mengajak miozawa cukup asik juga nih, dan miozawapun terlihat antusias atas ajakan gw ( ceritanya ngobrol hatikehati nih dengan miozawa :P)….akhirnya gwpun membawa miozawa pulang ke Omah Ndeso untuk mendapatkan belaian sebelum perjalanan ini dan konyolnya rute yang akan ditempuhpun masih gelap dan belum jelas.

perjalanan selama 1,5 jam ( pukul 9 malam ) , akhirnya gwpun tiba di Omah Ndeso, istirahat sejenak, sambil berpikir keras, mau kemana perjalanan kali ini….yah ikutin aja deh kemana mata angin berhembus….”gumam dalam hati”. walaupun sempat terbesit untuk reroute ke pesisir selatan Pangandaran hingga Ujung genteng atau eksplorasi lebih dalam ujung Kulon menuju Karang ranjang dan Batu Qur’an.

sambil mantau Grup WA, gw pun mulai memindahkan packingan dari carrier ke Miozawa, “mmm bawa tenda ngga ya…?” sepertinya ngga perlu ya apabila short trip sendirian…” celoteh dalam hati diiringi sruput teh hangat buatan sang istri tercinta, gwpun memacking peralatan seperlunya. setelah beres, gwpun berpamitan dengan keluarga, Miozawapun diajak menuju pemda bogor yang kebetulan beberapa sahabat sedang ngupi disana.

Pukul 10 malam lewat, akhirnya gwpun tiba di pemda dan terlihat 3 orang sahabat ( deddy, Sigit dan Moncos ) sedang asik bersenda gurau sambil menikmati secangkir kopi panas di warung langganan.  setibanya gw, merekapun langsung merapat dan terheran – heran melihat motor yang sudah penuh dengan tas2 yang biasa dipasangkan di piona.

” mau kemana kang ” celoteh sigit sambil heran – heran,

gwpun tersenyum dan menjawab ” tau nih mau kemana…yang penting jalan dulu deh…hahahaha”,

obrolan asikpun terjadi disini mulai dari obrolan perjalanan sebelumnya, hingga spot2 yang menjadikan daya tarik untuk dikunjungi selanjutnya…dan ekplorasi cianjur dan sukabumipun menjadi pilihan ( Gunung Padang – Curug Cikondang – Pondok Halimun dan Curug Cibeureum), tak terasa waktu sudah mendekati pukul 2 dinihari, akhirnya Moncospun beringinan untuk bergabung dalam perjalanan ini….waahhh asssiiikkk ….

” tapi kang tar tunggu di Tugu Kujang ya, gw prepare dulu…Celoteh Ocos saat itu,

“Siyap cos ” jawab gw singkat

Tak terasa waktupun mulai beranjak jam 2 lewat, gw dan ocospun berpamitan meninggalkan 2 sahabat yang sebetulnya sangat ingin bergabung tetapi terhalang oleh urusan keluarga.

Roda Miozawapun mulai menggelinding menuju Icon Kota Bogor…

ImageImage

setelah ngudut 2 batang…pukul 2.35 ocospun  datang…dan perjalananpun dilanjut menuju cianjur via puncak….raungan miozawa melibas tanjakan puncakpun terdengar….hingga tiba dipuncak pass pukul 3.10,

Image

“Istirahat dulu cos, ngademin miozawa dulu yah…” celoteh gw saat itu, ditemani secangkir kopi dan udud, tak terasa 15 menit berlalu, kamipun melanjutkan perjalanan kembali hingga tiba di cibeber pukul 04.10, sempat ingin berfoto di terowongan lempayangan cianjur, tapi hari masih gelap gulita, jadi terpaksa, kami hanya melihat dari kejauhan.

Istirahatpun kami lakukan kembali di alfamart Cibeber sambil menunggu subuh tiba.

Image

Tak terasa hampir 1 jam berlalu seiring dengan berkumandangnya adzan subuh , setelah rehat sejenak, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Curug cikondang dan gunung padang dan selang 30 menit kamipun memasuki jalan desa diiringi dengan kabut pagi cianjur …adeeemmmm…..

perjalanan di jalur inipun sangat memanjakan mata dikarenakan untaian perkebunan teh dan persawahan mengiringi sepanjang perjalanan dan sesekali bertegur sapa dengan para pemetik teh yang memulai aktifitasnya

5 6 7 8 25 26IMG-20130907-02628 IMG-20130907-02629 IMG-20130907-02635IMG-20130907-02636

Sang mentaripun mulai terbangun dari peraduannya selang hampir 1 jam perjalanan kamipun tiba dipintu masuk Curug Cikondang ( 06.45 )…aseeekkkk, masih seppiiiih

Campaka-20130907-02668 IMG-20130907-02638

 

Setelah parkir dirumah warga kamipun mulai trekking sejauh 500 meter untuk mencapai curug cikondang

Campaka-20130907-02669   IMG-20130907-02643IMG-20130907-02647Campaka-20130907-02648IMG-20130907-02639 Campaka-20130907-02649Campaka-20130907-02655IMG-20130907-02640 IMG-20130907-02642  IMG-20130907-02645 IMG-20130907-02646

dan inilah salah satu surga di cinajur

17 21 cikondang Campaka-20130907-02659 Campaka-20130907-02660 Campaka-20130907-02661 Campaka-20130907-02662 Campaka-20130907-02665 Campaka-20130907-02666 Campaka-20130907-02667

Advertisements

4 thoughts on “Perjalanan Mata Angin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s